Minyak Atsiri Indonesia

Siti Sofiah

Cymbopogon citratus SEBAGAI SALAH SATU TANAMAN PENGHASIL MINYAK ATSIRI

Oleh: Siti Sofiah

UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI, Jl. Raya Surabaya-Malang Km. 65, Pasuruan-Jawa Timur; Email : sofie2291@yahoo.com

ABSTRAK

00

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati tumbuhannya. Berbagai macam potensi yang dihasilkannya termasuk tanaman penghasil minyak atsiri. Upaya pengembangan minyak atsiri Indonesia salah satunya melalui diversifikasi tanaman. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dikenal dengan nama Cymbopogon citratus. Tanaman ini dikenal juga dengan istilah Lemongrass, karena memiliki bau yang kuat seperti lemon. Minyak yang dihasilkan serai dapur dikenal juga sebagai minyak sitratus atau juga West Indian Lemongrass Oil (minyak serai dapur India Barat). Senyawa kimia yang dihasilkan adalah sitral. Minyak serai dapur digunakan untuk komposisi bahan pada industri kosmetik seperti parfum, shampoo atau sabun mandi. Selain itu, minyak serai dapur juga dapat digunakan untuk pijat relaksasi dan rematik.

Cymbopogon citratus termasuk ke dalam suku rerumputan atau Poaceae. Tanaman ini beraroma kuat dan wangi, dengan batang berronga yang tumbuh dari dasar. Tinggi batang dapat mencapai 2-3 m, dengan memadat dibagian bawah. Terdapat lapisan lilin, berbubuk dan halus pada bagian pangkal daun. Daunnya menyerupai ilalang, berbentuk seperti pita yang meruncing pada ujungnya. Ratarata tanaman yang dihasilkan berjumlah 30-50 ton/ha. Berat tanaman tersebut menghasilkan minyak serai dapur sekitar 75-250 kg (0,25-0,50%). Berat tanaman yang dihasilkan 100 ton/ha jika dilakukan dengan manajemen penanaman yang baik, dan akan menghasilkan rendemen minyak serai dapur sebesar 0,4-0,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanaman minyak serai dapur sebagai penghasil minyak atsiri, dilakukan selama bulan Oktober-November 2008,dengan metode studi literatur.

Kata kunci : atsiri, Cymbopogon citratus, minyak sitratus

PENDAHULUAN

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Berbagai jenis tumbuhan beserta potensinya merupakan asset yang tidak ternilai. Salah satu potensi tumbuhan di Indonesia diantaranya penghasil minyak atsiri. Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak atsiri terbesar di dunia. Minyak atsiri yang berada di pasaran dunia berkisar 70 jenis dengan 40 species tanamannya tumbuh di Indonesia[1].

Pengembangan minyak atsiri di Indonesia selayaknya harus terus dilakukan. Selain potensi keanekaragaman hayati Indonesia akan tumbuhan penghasil minyak atsiri yang sangat besar, juga untuk memenuhi permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Upaya pengembangan tidak hanya melalui peningkatan produksi namun juga dengan diversifikasi keanekaragaman jenis dari minyak atsiri. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dikenal dengan nama Cymbopogon citratus atau serai dapur.

Upaya pemanfaatan dan pengembangan Cymbopogon citratus di Indonesia masih belum banyak dilakukan. Selama ini masyarakat mengetahui adanya minyak serai merupakan minyak yang dihasilkan dari jenis tanaman serai lain, yaitu serai wangi yang biasanya terdapat dalam komposisi minyak tawon atau minyak gandapura[3]. Sedangkan serai dapur pemakaiannya hanya sebatas rempah-rempah pada masakan. Serai dapur memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai minyak atsiri. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa serai dapur juga sangat efektif digunakan sebagai komposisi bahan pengusir nyamuk dan semut. Selain itu juga industri kosmetik mulai menggunakan minyak serai dapur dalam produknya, seperti untuk pewangi sabun dan bahan untuk rawatan aromaterapi. Beberapa produk lain yang menggunakan minyak serai dapur diantaranya detergen dan pembersih lantai. Serai dapur memiliki wangi yang kuat seperti lemon. Oleh karenanya tanaman ini dikenal dengan istilah lemongrass.

Sebagai upaya diversifikasi tanaman penghasil minyak atsiri, maka diperkenalkan tanaman Cymbopogon citratus secara deskriptif, untuk mengetahui sifat dan karakter serta manfaat dari tanaman ini.

BAHAN DAN METODE

Penelitian deskriptif tentang tanaman Cymbopogon citratus atau serai dapur dilakukan dengan studi pustaka dari beberapa sumber. Penelitian dilaksanakan selama bulan November 2008.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Manfaat Cymbopogon citratus

Cymbopogon citratus merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam famili  rumput-rumputan atau Poaceae. Dikenal juga dengan nama serai dapur (Indonesia), sereh (Sunda), bubu (Halmahera), serai, serai dan serai dapur (Malaysia), tanglad dan salai (Filipina), balioko (Bisaya), slek krey sabou (Kamboja), si khai/ shing khai (Laos), sabalin (Myanmar), cha khrai (Thailand). Negara asal penghasil Cymbopogon citratus memang belum diketahui dengan pasti, namun penyebarannya meliputi daerah Malesiana (Asia Tenggara hingga Papua) [2]. Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis.

Lemongrass banyak digunakan sebagai bahan rempah-rempah pada masakan, juga sebagai penghasil minyak atsiri. Senyawa yang dihasilkan adalah sitral yang digunakan sebagai komposisi bahan pada industri kosmetik seperti parfum atau shampoo, sabun mandi dan detergen. Tanaman ini juga baik untuk konservasi tanah yaitu sebagai penutup tanah atau mulsa. Selain itu, minyak serai dapur yang dihasilkan dapat digunakan untuk pijat relaksasi dan rematik. Dalam dunia perdagangan minyak atsiri, minyak serai dapur dikenal dengan istilah West Indian lemongrass oil (minyak serai dapur India Barat) atau minyak serai sitratus[2][3]. Minyak ini mengandung antibakteri dan anti jamur, sehingga digunakan untuk membuat obat-obatan. Bahkan di Cina minyak ini digunakan untuk pengobatan penyakit-penyakit ringan, seperti sakit kepala, perut, influenza, rematik, dan keram perut. Minyak serai dapur berwarna kuning, dengan kekentalan yang pekat, berbau segar, seperti lemon, dan memiliki kemiripan wangi dengan minyak serai wangi[2].

Deskripsi Tanaman

Cymbopogon citratus merupakan tumbuhan tahunan (parenial), termasuk ke dalam suku rerumputan atau Poaceae yang beraroma kuat dan wangi, dengan batang berronga (merupakan batang semu) yang tumbuh dari dasar. Tinggi batang dapat mencapai 2-3 m, dengan memadat dibagian bawah, terdapat lapisan lilin, berbubuk dan halus pada bagian pangkal daun. Daunnya menyerupai ilalang, berbentuk seperti pita yang meruncing pada ujungnya. Daun yang melapisi batang; bertekstur kasar, berbentuk silindris, melingkupi batang dengan kuat, terdapat logul (selaput yang tumbuh pada permukaan bagian dalam pelepah daun yang melapisi batang semu) dengan panjang tidak kurang dari 2 mm, berbentuk seperti kertas, luas daun berukuran 50-100 cm x 0.5-2 cm, tulang daun menonjol di bawah dan berwarna putih di bagian atas[2].

Bunga pada Cymbopogon citratus merupakan bunga majemuk (inflorescens) dikenal dengan istilah perbungaan. Perbungaan terdiri rangkaian bagian bunga yang membentuk pola selang-seling yang tumbuh dari bawah ke atas dan cenderung melengkung dengan menghadap ke satu sisi (nodding panicle). Tiap rangkaian bunga terdiri dari 4-9 bagian bunga. Setiap bagian bunga tersusun atas bunga yang dilingkupi oleh braktea yang bermuara pada tangkai dengan panjang tangkai 1,5-2,5 cm. Tangkai pada bagian bunga berrambut halus dengan panjang 2-3 mm. Bagian bunga ini terdiri dari 4-7 spikelet yang berpasangan dan saling bersambungan (sessile). Pada bagian bunga juga terdapat braktea. Braktea yang paling dasar dinamakan glume dan bagian atas dinamakan lemma yang berbentuk seperti perahu telungkup. Bunga pada tanaman serai dapur merupakan hermaphrodite, mengandung hyaline (membrane tipis yang jernih), terdapat 2 pedicule (sepasang organ nonfungsi yang berada pada bagian dasar ovary), dasar bunga melancip, terdiri dari 3 stamen, 2 style dengan stigma yang menyerupai rambut halus. Panjang tangkai spikelet 4.5 mm[2].

Ekologi

Cymbopogon citratus tumbuh baik di daerah panas, dengan rata-rata suhu harian 23-30° dan berada pada ketinggian 500 mdpl. Suhu yang terlalu tinggi  disertai angin tidak hanya menyebabkan tanaman kekeringan, tetapi juga dapat menghilangkan kandungan minyak karena penguapan[2]. Pertumbuhan Cymbopogon citratus dihasilkan pada rata-rata curah hujan tahunan pada 2500- 3000 mm/thn. Diatas 5000 mm/thn masih dapat tumbuh baik asalkan pada tanah berdrainase baik. Walaupun pembentukan minyak pada tanaman berlangsung baik pada kondisi cuaca yang panas dan sinar matahari yang terik, namun iklim panas yang berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan tanaman dan kualitas minyak serai yang dihasilkan. Tanaman minyak serai dapur tumbuh baik pada tanah berpasir dengan drainase baik. Secara umum, kemasaman tanah (pHtanah) yang baik untuk pertumbuhan Cymbopogon citratus adalah 5.5-7.5.

Pemeliharaan

Tanaman serai dapur memerlukan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Kondisi air yang kurang akan menyebabkan penurunan hasil tanaman. Namun tidak demikian terhadap kandungan minyak yang dihasilkan. Kondisi kekurangan air akan menambah kandungan minyak serai wangi. Pemberian pupuk dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk anorganik yang dianjurkan adalah 30 kg/ha masing-masing untuk N, P2O5 dan K2O, serta diikuti oleh pemberian nitrogen tambahan sebanyak 6 kg/ha/thn tiap kali sehabis panen[2].

Tunas pada tanaman Cymbopogon citratus berkaitan dengan minyak atsiri yang dihasilkan. Sintesis dan akumulasi minyak serai dapur dihasilkan pada tunas yang masih muda. Sistem perakaran pada tanaman ini merupakan perakaran yang rendah. Umur tanaman umumnya tidak lebih dari 4-6 tahun. Kebanyakan dari 55 species Cymbopogon adalah rumput yang mengandung aroma. Penyebarannya sebagian besar di negara-negara tropis dan sub-tropis[2].

Hasil

Minyak serai dapur dihasilkan dari daun, dan dapat dipanen ketika umur tanaman 6-8 bulan setelah tanam. Daun dapat dipanen sebanyak 3-6 kali setiap tahunnya selama 4-6 tahun. Rata-rata per tahun tanaman yang dihasilkan berjumlah 30-50 ton/ ha. Berat tanaman tersebut menghasilkan minyak serai dapur sekitar 75-250 kg (0,25-0,50%). Jika dilakukan dengan manajemen yang baik, tanaman akan tetap menghasilkan hingga berumur 4-6 tahun. Pada kondisi ini berat tanaman yang dihasilkan dapat mencapai 100 ton/ha dan rendemen yang dihasilkan dapat mencapai 0,4-0,6%. Bagian tanaman yang atas menghasilkan minyak sebesar 0,6% dari total yang dihasilkan, sedangkan bagian bawah hanya berjumlah 0,15%[2].

Pelayuan yang terlalu lama sebelum penyulingan dilakukan dapat mengurangi nilai kelembabannya dikarenakan penguapan.. Demikian halnya apabila tanaman terkena sengatan sinar matahari secara langsung, dapat menyebabkan kandungan minyak menjadi berkurang. Bagian tanaman yang diekstrak atau disuling untuk diambil minyaknya adalah daun.

KESIMPULAN

Cymbopogon citratus sebagai salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Kandungan senyawa yang dihasilkan berupa sitral yang merupakan komponen dalam pembuatan kosmetika maupun obat-obatan. Kandungan minyak paling tinggi dihasilkan pada daun dari tanaman yang masih muda. Rata-rata tanaman yang dihasilkan berkisar antara 30-50 ton/ha/thn dengan nilai rendemen sebesar 0,25-0,5%.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Internet: http://balittro.litbang.deptan.go.id/pdf/prospek_atsiri.pdf

[2] Oyen, L.P.A dan Dung, N.X. 1999. Plant Resource of South-East Asia No. 19. Essential-Oil Plant. Prosea Bogor. Indonesia.

[3] Internet: Minyak Serai Dapur/ Lemongrass Oil. 2005. http://ferryatsiri. blogspot.com/2006/10/minyak-serai-dapur-lemongrass-oil.html.

[4] Agusta, A. 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Penerbit ITB. Bandung.

9 Comments »

  1. saya bisa minta informasinya mengenai pengolahan minyak sereh

    Comment by ahmad sahri — July 24, 2010 @ 5:24 am

  2. Salam,

    Mohon Infonya mengenai Sereh dapur,
    Gimana Cara mendapatkan bibitnya

    Terima Kasih

    Adie Anggoro
    anggorotri@yahoo.com

    Comment by Adie Anggoro — November 4, 2010 @ 11:00 am

  3. tolong infonya bisa ambil sereh dapur dalam jumlah banyak ya …
    Terima kasih

    Feri Rozmun

    Comment by Feri Rozmun — September 5, 2011 @ 12:14 am

  4. feri@waterlandasiabio.com

    Comment by Feri Rozmun — September 5, 2011 @ 12:15 am

  5. Serai atau sereh memang mudah tumbuh di tempat kita bravo untuk anda begitu rajin

    Comment by Ading sutardi — November 7, 2011 @ 10:24 am

  6. Kebetulan saya dikasih seorang sahabat karib parfum minyak sereh merk The Gandjito sannel Produced by SUMBER REJEKI DEPOK – INDONESIA. Mohon informasi khasiat minyak sereh ini pada umumnya. Terima kasih

    Comment by Mawardi Edi — April 4, 2012 @ 5:36 am

  7. salam kenal
    aku sekarang sedang membudidayakan tanaman sereh,
    mohon informasinya prihal cara penyulingan minyak sereh secara industri rumah tangga

    Comment by sulitra — October 6, 2012 @ 12:13 am

  8. ready sereh dapur. siap kirim rutin hub 082127944944

    Comment by Bayu Ajah — June 19, 2013 @ 6:17 am

  9. Saya menggunakan minyak sereh untuk berbagai keperluan, untuk obat nyamuk alai, campuran shampoo, untuk loundry dan pembersih lantai, kalau ada yang alami lebih baik membuat sendiri, terimakasih infonya….

    Comment by Faizah — November 22, 2014 @ 6:08 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: