Minyak Atsiri Indonesia

Artikel Akar Wangi

ARTIKEL AKAR WANGI

Akar Wangi

Sumber: http://www.atsiri-indonesia.com/

tanaman_87akar+wangi

Nama Tanaman : Akar wangi
Nama Latin : Vetiveria zizanoides
Sumber Minyak : Akar

Deskripsi Tanaman:

a. Daerah produksi

Daerah di pulau Jawa yang menghasilkan akar vetiver adalah daerah Garut (Jawa Barat) dan daerah Wonosobo (Jawa Tengah). Tanaman tersebut diusahakan oleh rakyat dengan luas tanah sekitar satu hektar atau lebih, dan ada yang mencapai 20 hektar setiap petani. Di samping itu, tanaman akar wangi diusahakan sebagai tanaman sela di perkebunan.

b. Kondisi tanah

Tanah yang cocok untuk pertumbuhan akar wangi adalah tanah yang berpasir, atau tanah ab vulaknik. Pada tanah tersebut, akar dengan mudah dicabut tanpa ada yang tertinggal. Penanamannya kurang baik di atas tanah yang padat, keras dan berlempung karena akarnya sulit dicabut, dan menghasilkan akar dengan rendemen minyak yang rendah. Tanah vulkanik muda terdapat pada lereng-lereng pegunungan, dengan ketinggian sekitar 5000 kaki di atas permukaan laut.

c. Penanaman

Tanaman akar wangi Jawa (Andropogon muricatus Rozt) termasuk tanaman akar wangi tidak berbunga. Menurut penelitian yang dilakukan di Botenzorg (sekarang Bogor), vetiver tidak boleh ditanam di tempat yang teduh, karena akan menyebabkan pengaruh yang kurang baik terhadap pertumbuhan sistim akar. Di pulau Jawa, tanaman akar wangi sering ditanam secara tumpangsari dan jarang dilakukan penanaman kembali (peremajaan) pada tempat yang sama. Satu hektar tanaman akar wangi menghasilkan 1000 kg akar kering udara. Jumlah tersebut bervariasi, dan tergantung dari jenis tanah dan kondisi lingkungan, kadan-kadang jenis cendawan tertentu tumbuh dalam akar yang merusak tanaman dan menurunkan produksi akar.

Teknologi Budidaya :

a. Penyiapan Lahan dan Penanaman

Lahan untuk pertanaman akar wangi hendaknya bersih dari gulma. Jika sudah bersih, tanah dibuat lubang tanam (20x20x20)cm. Jarak tanam tergantung kesuburan dan kemiringan tanah. Pada kemiringan 15-30%, jarak tanam berkisar antara (60×20)-(50×100)cm. Dua minggu sebelum tanam, lubnag diisi pupuk kandang/kompos sebanyak 2 kg/lubang. Kedalaman tanam tidak lebih dari 4 cm, karena akan mengurangi persentse tumbuh tanaman.

b. PemeliharaanPenyulaman

Penyulaman dilakukan paling lambat 2 minggu setelah tanam. Tanaman yang tidak tumbuh biasanya terlihat pad umur 1-2 minggu setelah tanam, terutama bila ditanam berupa bibit sobekan dari bonggol yang ditanam langsung atau anakan tanpa akar.

Khususnya di Indonesia, akar wangi yang baru dipanen, harus di cuci di sungai atau dipancuran, kemudian dijemur langsung dibawah sinar matahari atau diangin-anginkan pada tempat yang agak teduh. Bila ditujukan pada ekspor, maka akar kering dipres dan diikat sehingga berbentuk bundel dan berat setiap bundel sekitar 100 kg, kemudian dikemas dalam keranjang. Petani penanam menjual akar wangi trsebut kepada pedagang perantara, untuk selanjutnya dijual ke pabrik penyulingan atau eksportir yang berada di Jakarta dan Surabaya.

Penyiraman

Pada musim kemarau, penyiraman diperlukan setiap hari selama 2 minggu, sampai akar-akar baru tumbuh dan menempel ke tanah.

Pemupukan

Petani di Garut umumnya tidak melakukan pemupukan pada tanamannya, kecuali jika ditumpangsarikan dengan sayuran.

Pemangkasan

Sama halnya dengan pemupukan, pemangkasan biasanya dilakukan pada tanaman yang ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Hama dan penyakit pada akar wangi belum menjadi masalah yang penting, sehingga pengendaliannya jarang dilakukan.

Penanganan Pasca Panen :

Waktu pemanenan tergantung pada musim. Bila areal yang sama akan ditanami kembali, maka pemanenan harus dilakukan pada musim hujan, agar dapat tumbuh dengan baik. Akar wangi yang diperoleh dari petani berupa akar kering panen yang masih mengandung bonggol dan tanah yang menempel. Sebelum penyulingan, biasanya akar wangi dikeringkan dan dibersihkan terlebih dahulu untuk meningkatkan rendemen dan mutu minyak akar wangi yang dihasilkan.

Pemotongan Bonggol

Bonggol dapat dipotong dengan alat pemotong secara manual dengan golok atau dengan menggunakan mesin pemotong (perajang).

Pencucian Akar

Akar tanpa bonggol dicuci dalam air (dalam air mengalir) sambil dikibaskan/dikeprik sampai semua tanah yang menempel terlepas dari akar. Air yang menempel pada akar juga dikibaskan atau ditiriskan hingga siap dijemur.

Penjemuran Akar

Pengeringan dilakukan di atas lantai penjemur yang diberi alas tikar, atau bambu anyam dengan ketebalan 20-30 cm. Penjemuran dilakukan dari jam 09.00-14.00 dan dibolak-balik sebanyak 2-3 kali selama kurang lebih 2 hari. Penjemuran telah selesai jika menghasilkan akar wangi kering dengan kadar air 15%.Pengeringan akar membutuhkan waktu lebih singkat sehingga kemungkinan minyak yang menguap selama penjemuran lebih kecil.

Penyimpanan

Jika tidak segera disuling, akar wangi dikemas dalam karung plastik dan ditutup rapat, kemudian disimpan dengan cara ditumpuk dalam gudang yang tidak tembus cahaya matahari, tidak lembab, suhu 20-30oC, dan letaknya jauh dari ketel suling. Tujuannya adalah untuk mengurangi penguapan minyak selama penyimpanan.

Perajangan Akar

Tujuan perajangan akar adalah untuk mengurangi sifat kamba akar, mempermudah keluarnya minyak dari dalam akar melalui proses hidrodifusi. Merajang dapat dilakukan dengan golok atau dengan mesin khusus perajang akar, dengan panjang sekitar 10-15 cm.

Akar setelah dirajang harus segera dimasukkan ke dalam ketel suling untuk menghindari penguapan minyak dari bagian akar yang dipotong.

AKAR WANGI sebagai Penghasil Minyak Atsiri

Sumber: http://www.sinartani.com/

Akar wangi adalah bagian dari jenis tanaman minyak yang dapat disuling dan menghasilkan minyak atsiri. Salah satu komoditi ekspor Indonesia, memiliki pangsa pasar tingkat dunia dengan harga cukup menawan.Tanaman akar wangi boleh dianggap tanaman yang “mati tidak hidup pun enggan”. Padahal tidak selamanya bertanam akar wangi akan merugikan, bahkan sebaliknya, tanaman akar wangi merupakan salah satu tanaman yang mampu mendukung upaya pelestarian lingkungan (misalnya menahan erosi).Sementara itu diketahui bahwa nilai ekonomis tanaman akar wangi terletak pada akarnya yaitu sebagai bahan baku penghasil minyak atsiri. Kualitas dan kuantitas minyak akar wangi bergantung dari keadaan tanaman akar wangi itu sendiri dan cara pembudidayaan yang dilakukan oleh petani.Kendati tanaman akar wangi cukup potensial untuk diambil minyaknya tetapi hingga saat ini belum menarik perhatian pihak pemerintah dan investor. Dengan demikian perkembangan tanaman akar wangi hanya di daerah-daerah tertentu saja. Satu-satunya daerah sentra produksi tanaman akar wangi adalah di Kabupaten Garut, Jawa Barat terutama di daerah sekitar hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Cimanuk, tepatnya di sekitar Kecamatan Semarang, Leles, Bayongbong, Cilawe dan Cisurupan.Selain di daerah Garut, tanaman akar wangi pernah coba dikembangkan di sekitar Propinsi Jawa Tengah, seperti di daerah lereng gunung Merapi. Bahkan sebuah perusahaan swasta juga pernah mengembangkan akar wangi di lereng gunung Unggaran, seperti di Kecamatan Ambarawa dan Somowono. Namun karena berbagai sebab, petani kurang berminat sehingga perkembangan tanaman akar wangi di Jawa Tengah mengalami kemacetan.Dengan demikian Kabupaten Garut tetap menjadi sentra penghasil minyak akar wangi yang mampu memasok 90% lebih dari total produksi minyak akar wangi Indonesia, yaitu sekitar 60-75 ton pertahun.

Asal Usul Akar Wangi

Tanaman akar wangi (vetiveria zizaniodes) berasal dari India, Birma dan Srilangka. Namun tidak diketahui secara pasti sejak kapan tanaman akar wangi dibudidayakan di Indonesia, khususnya di daerah Garut, Jawa Barat. Yang pasti kini, akar wangi merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang diandalkan sebagai gantungan hidup sebagian warga Garut.

Akar Wangi

Sumber: http://www.kehati.or.id/

Spesies : Vetiveria zizanioides Stapf.

Nama Inggris : Vetiver (grass), khus, khus-khus

Nama Indonesia : Akar wangi

Nama Lokal : Larasetu (Jawa), usar (Sunda)

Deskripsi :

Rumput menahun yang membentuk rumpun yang besar, padat dengan arah tumbuh tegak lurus, kompak, beraroma, bercabang-cabang, memiliki rimpang dan sistem akar serabut yang dalam. Rumpun tumbuh hingga mencapai tinggi 1—1.5(—3) m, berdiameter 2—8 mm. Daun berbentuk garis, pipih, kaku, permukaan bawah daun licin. Perbungaan malai (tandan majemuk) terminal, tiap tandan memiliki panjang mencapai 10 cm; ruas yang terbentuk antara tandan dengan tangkai bunga berbentuk benang, namun di bagian apeksnya tampak menebal.

Distribusi/Penyebaran :

Vetiveria zizanioides tumbuh secara alami di tempat-tempat berpayau di utara India, Bangladesh, Burma (Myanmar) dan kemungkinan telah dapat tumbuh secara alami di banyak tempat di kawasan Asia Tenggara. Vetiver telah dibudidayakan di India selama berabad-abad dan saat ini telah tumbuh di seluruh daerah tropis dan banyak tempat di daerah subtropis. Tumbuhan ini ditanam untuk diambil minyaknya pada beberapa tempat di dunia seperti Haiti, Jawa Timur, India, Réunion, Cina dan Brazil. Informasi penggunaan vetiver untuk mengendalikan erosi tersebar pertamakali dari India lalu ke Caribbean dan Fiji kemudian ke banyak daerah-daerah tropik lain, termasuk semua negara di Asia Tenggara. Tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sentra produksi minyak akar wangi terutama di Kabupaten Garut, Jawa Barat dan Kabupaten Wonosobo, Jawa

Habitat :

Vetiveria zizanioides dapat tumbuh baik pada kondisi lingkungan sangat basah atau sangat kering, dengan curah hujan tahunan berkisar pada (300—)1000—2000 (—3000) mm. Rata-rata suhu maksimum yang mendukung pertumbuhannya adalah pada rentang 25°—35°C; namun suhu absolut maksimumnya dapat mecapai 45°C. Vetiveria zizanioides tetap dapat tumbuh pada kondisi tanah tandus dan pada tipe tanah yang beragam. Vetiveria zizanioides dewasa dapat tumbuh pada tanah yang mengandung garam. Meskipun telah mengalami kebakaran, terinjak-injak, ataupun habis karena dimakan hewan, jenis rumput ini masih dapat tetap tumbuh.

Perbanyakan :

Vetiveria zizanioides diperbanyak secara vegetatif dengan memecah rumpun yang terdiri dari satu atau beberapa tunas berukuran 15—20 cm dan meliputi beberapa bagian akar. Regenerasi tumbuhan dengan cara kultur jaringan (in vitro) yang telah berhasil dilakukan di Mauritius mendukung produksi jenis ini untuk tujuan komersial.

Manfaat tumbuhan :

Rumpun dan akar rumput Vetiver mengandung minyak esesial yang dapat dijadikan parfum, sabun dan penghilang bau tidak sedap. Minyak Vetiver dan akarnya dapat berkhasiat sebagai penangkal serangga. Di sebelah selatan India, secara tradisional, rumput Vetiver ditanam di sepanjang jalur tertentu sebagai batas permanen antar lahan. Sedangkan di Jawa, rumput Vetiver ditanam pada tempat-tempat miring. Kemampuan rumput Vetiver untuk digunakan sebagai pengontrol erosi telah meluas di seluruh penjuru daerah tropis, sejak tahun 1980-an. Di Jawa Tengah, penanaman kombinasi rumput Vetiver, rumput Gajah, pohon Sengon dan Kara benguk dapat mengendalikan erosi, stabilitas lereng dan memacu perkembangan sifat fisik tanah bekas letusan gunung berapi di Gunung Merapi. Daun akar wangi dapat di pakai sebagai pengusir serangga. Namun akar merupakan bagian utama sebagai penghasil minyak vetiveria oil. Selain itu, digunakan juga sebagai bahan dalam industri kosmetika, parfum dan sabun mandi.

Sinonim :

Phalaris zizanioides L., Andropogon muricatus Retzius, Andropogon zizanioides (L.) Urban .

Sumber Prosea :

19: Essential-oil plants p.167-172 (author(s): Guzman, CC de; Oyen, LPA)

Kategori : Biopestisida

7 Comments »

  1. Dimana bisa didapatkan bibit rumput vetiver?
    Saat ini saya melaksanakan program adaptasi perubahan iklim melalui teknik konservasi lahan dan pertanian berkelanjutan di Kab. Padang Pariaman Sumatera Barat. Lokasi program merupakan kawasan perbukitan yang rawan longsor. saya tertarik untuk menggunakan rumput vitiver dalam program penghijauan kami.
    Untuk itu mohon informasi dimana bisa didapat bibit rumput vetiver di sumatera barat atau daerah lain yang dekat sumatera barat.

    Terima kasih

    Comment by Chaus — November 17, 2011 @ 9:29 pm

    • Bapak/Ibu Yth.
      Jika memerlukan vetiver mulai dari penyediaan bibit,pengiriman, penanaman dan pemeliharaan maupun konsep desain konservasi,penghijauan serta reklamasi, kami menyediakannya. Bibit ready stock di Nursery kami sendiri.
      Pembibitan dan management sistem vetiver kami sudah mendapat sertfikasi internatsional.
      Terimakasih,
      Tantan
      08 21 22 23 24 04

      Comment by Tantan Rustandi — July 30, 2012 @ 7:37 pm

  2. dimana alamat pembibitan vetiver dan no telpon yang bisa dihubungi

    Comment by Jasman Silitonga — February 7, 2012 @ 6:34 am

    • kang untuk penyaluran akar wangi kemana yang harganya bagus?dan dapat menerima eceran/kiloan?trims monon petunjuknya kang trims

      Comment by robiansyah — July 17, 2012 @ 7:46 pm

  3. Kami petani akar wangi yang menyediakan bibit akar wangi beralamat di Garut.
    Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan swasta maupun instansi pemerintah dalam penyediaan bibit akar wangi, pengiriman antar dan luar pulau serta teknik penanaman dan pemeliharaan untuk tujuan konservasi tanah air dan lingkungan.
    Management budidaya dan pembibitan serta penanaman akar wangi kami sudah mendapat sertifikasi dari The Vetiver Network International (TVNI)
    Untuk keterangan lebih lanjut bapak/Ibu dapat menghubungi di 08 21 22 23 24 04 atau email ke tantan.rustandi@yahoo.co.id.
    Terimakasih.
    Tantan

    Comment by Tantan Rustandi — March 8, 2012 @ 6:31 pm

  4. dari petani:
    saya ingin mempromosikan akar wangi hasil tanam saya. Kebetulan saya juga menjualnya sendiri, dengan keliling di surabaya. Tetapi sampai saat ini, belum ada yang berminat untuk memproduksinya.
    Saya ingin memasarkan hasil2 panen akar wangi.
    Jika bpk/ibu berminat. Datang atau hub saya:
    almt: mandesan,semin,semin,gunung kidul, yogyakarta.
    No.hp: 085747429992

    Comment by yudie — April 14, 2012 @ 12:10 pm

  5. Berapa harga bibit akar wangi?
    Dimana bisa mendapatkan bibit ini utk konservasi bantaran kali ciliwung depok?

    Comment by Damarta — January 12, 2013 @ 5:35 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: