Minyak Atsiri Indonesia

Laksmanahardja dkk.

MODEL PENYULINGAN MINYAK ATSIRI SKALA KELOMPOK TANI M.P.

Oleh: Laksmanahardja, S. Rusli, D. Sumangat dan T. Hidayat

(Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian)

Minyak atsiri banyak digunakan dalam industri obat-obatan, flavor, fragrance, dan parfum. Di Indonesia tercatat 14 jenis minyak atsiri yang sudah diekspor. Hal ini memberi peluang lebih besar lagi bagi petani untuk berperan dalam agroindustri minyak atsiri. Peneliti dari Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian memberikan model penyulingan skala kecil yang dapat dikembangkan di pedesaan.

Selain mengekspor, Indonesia juga mengimpor beberapa jenis minyak atsiri dalam jumlah cukup besar. Pada tahun 1998, ekspor minyak atsiri tercatat 27,30 ton dengan nilai 120,26 juta dolar Amerika, sedangkan impornya 54,320 ton dengan nilai 200,13 juta dolar Amerika. Data ini menunjukkan bahwa peluang untuk mengembangkan agroindustri minyak atsiri cukup besar karena penggunaan turunan minyak atsiri pada berbagai industri di dalam negeri juga berkembang.

Impor minyak atsiri yang masih tinggi antara lain disebabkan teknologi pengolahan minyak atsiri di Indonesia belum mampu mengikuti perkembangan teknologi di negara lain yang telah maju pesat. Umumnya petani minyak atsiri masih menerapkan teknologi hulu dan bersifat tradisional, sehingga belum mampu menjamin kontinuitas pengadaan produk dengan mutu yang konsisten.

01

Melihat kondisi demikian, Tim Peneliti Pascapanen di bawah koordinasi Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian (BB Alsintan) bersama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) telah merekayasa model penyulingan minyak atsiri yang dapat diterapkan pada tingkat pengelolaan kelompok tani. Model penyulingan minyak atsiri ini telah berhasil diuji coba di Desa Cikondang, Majalengka, Jawa Barat.

Penyulingan Sistem Kohobasi

Salah satu cara untuk meng-isolasi minyak atsiri dari bahan tanaman penghasil minyak atsiri adalah dengan penyulingan, yaitu pemisahan komponen yang berupa cairan dua macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik didih. Proses tersebut dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air.

Berdasarkan kontak antara uap air dan bahan yang akan disuling, metode penyulingan minyak atsiri dibedakan atas tiga cara, yaitu: (1) penyulingan dengan air, (2) penyulingan dengan uap dan air, dan (3) penyulingan dengan uap. Penyulingan dengan air serta penyulingan dengan uap dan air lebih sesuai bagi industri kecil karena lebih murah dan konstruksi alatnya sederhana. Namun penyulingan dengan uap dan air memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan uap air yang cukup besar. Hal ini karena sejumlah besar uap akan mengembun dalam jaringan tanaman sehingga bahan bertambah basah dan mengalami aglutinasi. Untuk mengatasi kelemahan ini, telah dikembangkan model pe-nyulingan uap dan air yang dikombinasikan dengan sistem kohobasi. Pada sistem ini pemanasan air dalam ketel penyulingan dilakukan secara langsung terhadap dasar ketel. Dengan sistem ini, bahan bakar dapat dihemat sampai 25%, karena air yang digunakan hanya 40% dari yang normal.

Untuk penyulingan minyak atsiri dengan kapasitas 1.000 liter, sistem pemanasan air dalam ketel harus ditambah dengan pemanasan air semiboiler. Pemanasan air semi- boiler dapat dilakukan dengan cara memasang pipa-pipa kecil yang mengalirkan panas dari asap sisa bakar (flue gas) pada air dalam ketel.

Pengembangan Model Agroindustri Minyak Nilam

Dalam rangka pengembangan model pengolahan minyak atsiri, Puslitbang Perkebunan telah merancang unit penyuling minyak atsiri sistem kohobasi dan semi-boiler (SBCS-1000). Alat suling minyak atsiri sistem kohobasi semiboiler ini dikembangkan di Desa Cikondang, Majalengka berkapasitas 100 kg daun nilam kering per penyulingan. Rendemen minyak nilam yang diperoleh rata-rata 2%. Bila diasumsikan umur ekonomi alat 10 tahun, maka harga pokok alat adalah Rp 83.000/kg. Untuk 2 tahun masa suling dengan tingkat harga minyak Rp 140.000/kg, agroindustri minyak atsiri memperoleh NPV pendapatan bersih Rp21.107.728 dan B/C 1,67.

Selain untuk menyuling minyak nilam, alat ini dapat juga digunakan untuk menyuling daun serai wangi. Dari 118 kg bahan baku diperoleh minyak serai wangi rata-rata 1.630 ml atau rendemen minyak sekitar 1,35% v/b dengan laju penyulingan 724 ml/menit. Mutu minyak yang dihasilkan, baik minyak nilam maupun akar wangi cukup baik dan telah dapat memenuhi persyaratan mutu yang dikeluarkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) seperti terlihat pada Tabel 1 dan 2.

0t1
0t2

Kelayakan Operasi Alat Penyuling Minyak Atsiri Model SBCS-1000

02

Alat penyuling minyak atsiri model SBCS-1000 telah diuji coba sebagai model percontohan agribisnis minyak atsiri di Desa Cikondang, Majalengka. Alat ini dioperasikan sepenuhnya oleh Kelompok Usaha Tani Nilam Mekar I dan II di bawah bimbingan peneliti Balittro, Bogor. Penyulingan 100 kg daun nilam kering selama 6-8 jam operasi memberikan keuntungan bersih Rp 60.000. Kapasitas kerja alat mampu menampung 500 kg daun nilam kering per hari. Dengan kemampuan demikian, penggunaan alat penyuling minyak atsiri model SBCS-1000 ini memberi peluang keuntungan Rp 300.000 per hari.

Melihat peluang kelayakan operasi yang cukup besar, telah dilakukan gelar teknologi petani nilam di Desa Cikondang, Majalengka pada tanggal 18 Februari 2002. Gelar teknologi dihadiri oleh Bupati Majalengka, petani nilam, peneliti, Kepala Dinas terkait dan pengusaha impor-ekspor minyak nilam.

Pada acara tersebut telah diperkenalkan teknologi penyulingan minyak nilam dengan menggunakan alat penyuling model SBCS-1000.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian Situgadung, Legok, Tangerang Kotak Pos 2 Serpong 15310 Telepon : (021) 5376780 Faksimile: (021) 5376810 E-mail: camd@cabi.net

2 Comments »

  1. sni minyak atsiri mawar ad ga??

    Comment by tree — January 7, 2010 @ 9:48 pm

  2. BERAPA HARGA ALAT SULING INI ?

    Comment by KUSUMA — April 21, 2012 @ 9:24 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: